PUTRIKU
Tak terasa telah 730 hari …
Kau meninggalkan kami.
Ada sedih dihati ini saat mengingat hari itu
Tubuh kecilmu kaku menanggung sakit …
Tubuh kecilmu diam … erangi derita
Kau tanggung sakitmu
yang seharusnya ku pikul
Kau derita sakit yang akibat ulah kami …
Bangga ..
Bahagia
Saat kau hadir hari itu
Walau dalam sakit … harapan kami tetap kuat
Kau Putriku akan terus bersama kami
Tapi dalam diam … tanpa menangis
Tanpa papi dan mamimu kau pergi sendirian
Putriku BELLA,
Maafkan papimu yang tak
sempat menggendongmu
Maafkan papimu yang tak
pernah merasakan hangat tubuhmu
Hanya ciuman perpisahan yang dapat ku berikan malam itu
Bukan kasih sayang
yang seharusnya kau rasakan
Malam
itu….
kupandangi
tubuh
kakumu
Aku
bingung
.. bertanya
apa
yang terjadi
???
Kau
sendirian
terbaring
…
Dengan
senyum
bibir
kecilmu,
kau
tutupi
deritamu
Putriku PINGKAN BELLA
Air mata menetes saat kutulis puisi ini
Airmata kesedihan… mengapa kau tak disini saat ini
Airmata
setiap kusebut namamu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar